Akulah telaga
dan engkau,
Gunung karang
yang kokoh
Di ketinggian
engkau menengok
Pantulan
cahaya masa lampau
Ketika suatu
hari kita berdialog
Akulah yang
berair tenang
Dan keringat
mengalir melewati celah bebatuan
Siang yang
terik dan betapa gerahnya dirimu
Akulah telaga
dan engkau,
Si coklat yang
kehilangan kesegaran
Aku ingin
rubuh ke dalammu, ucapmu
Menolakmu
adalah kesalahan,
Aku ingat
janji telaga
Akulah yang
akan memberi kesegaran sang karang
Di saat terik
mencium ubun-ubunnya
Tapi selamanya
sang karang jauh tinggi di atasku
Akulah yang
bernaung di bawahnya meski tak purna
Aku hanyalah
telaga
Siang ini
engkau hendak rubuh ke dalamku
Tapi malam,
engkau tegak dalam keangkuhan
Tak perlu
malu, aku pun hanya telaga
Mungkin
kerontang di kemarau kali ini
Post a Comment