Kemarau belum purna


Akal kita yang telah hilang
Dedaunan kembali menguning di kemarau kali ini
Menua dan akhirnya luruh disapu angin
Kita masih sunyikan diri selepas subuh tadi
Demi embun, aku tidak ingat pagi keberapakah pertemuan kita?

Akal kita yang telah mati
Sejak mengabdi pada sajak, terpesona hingga lupakan
Dedaunan hijau masih setia menaungi

Kemarau belumlah purna di kota ini
Entah di kotamu

9 Maret 2011
Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yulmaida al Manthani - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger